Sekarang
mari kita review terlebih dahulu mata kuliah hari ini sebelum mencong – mencong
ceritanya. Hari ini makul SPH, dimulia pukul 07.00 dengan dosen yang berbeda,
masih muda, perempuan, yang katanya mirip bu Indah, endah sendiri belum liat
penampakan bu Indah seperti apa, kalo bu cut udah...yey!
Materinya tentang integumentum, yaitu kulit. It’s includes
epidermis, dermis. Epidermis terbagi lagi menjadi stratum corneum, transisi,
dan stratum germinativum atau basalis. Stratum corneum berisi sel – sel mati,
kulit ari lah yang biasa kita sebut. Transisionel terbagi lagi, ada lusidum
yang hanya ada pada kulit – kulit tebal, misalnya telapak kaki ; supinosum yang
peka terhadap tegangan; stratum
germinativum yang berisi sel – sel yang hidup, mengandung karatinosit, ada juga
sl – sel yang sifatnya pluripoten, yaitu bisa berdiferensiasi menjadi bagian
tertentu, misalnya dalam hal ini menjadi sel – sel bagian jaringan kulit. Kalo
tadi pluripoten hanya bisa berdiferensiasi menjadi sel – sel tertentu yang
menunjang dan sesuai dengan dimana dia tumbuh, lawannya yaitu totipoten yang
memiliki kemampuan berdiferensiasi menjadi sel apapun. Selanjutnya dermis,
berisi jaringan ikat, yaitu pembuluh darah dan saraf, kelenjar – kelenjar,
lemak. Mengapa pada jaringan ini terdapat pembuluh darah hayo ? karena fungsi
darah seperti halnya floem, yaitu mnegedarkan nutrisi – nutrisi ke seluruh
bagian tubuh. Nah, saluran untuk darah mengalirkan nutrisi – nutrisi tersebut
disebut pembuluh darah, biar tetap pada jalurnya. Subhanallah... tidak hanya
itu kawan, ternyata seluruh tubuh kita memerlukan nutrisi dari hal – hal kecil,
misalnya kulit ini. Semakin jauh bagian kulit dari pembuluh darah, maka tidak
mendapat asupan nutrisi, dan lama kelamaan akan mati. Oleh karena itu ada yang
kita sebut sebgai kulit mati pada daerah stratum corneum. Memang kehidupan ada
yang mati, maka ada yang baru menggantikannya, begitu pula yang terjadi pada
kulit kita. Kulit kita tersusun atas lapis – lapis, nah bagian epidermis yang
membatasi dengan dermis teh ada bagian yang bergelombang, yang disebut sebgai
papila dermis.
Tadi membahas tentang integumen pada manusia, sekarang kita
bahas pada ikan, ternyata oh tenyata integumen pada ikan kita sebut sisik dan
jenis sisik ikan itu berbeda – beda, dari bentuk, cara menyusun di tubuh ikan.
Penyusunan di tubuh ikan ini berdampak pada fleksibilitas pada ikan.
Maaf ya kalo misalnya
ga urut atau kurang jelas. Ini hanya sekedar review dari materi yang
dikuliahkan tadi.
Thank’s J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar