Selasa, 06 Maret 2012

REVIEW (Selasa, 27 Februari 2012)


Sekarang mari kita review terlebih dahulu mata kuliah hari ini sebelum mencong – mencong ceritanya. Hari ini makul SPH, dimulia pukul 07.00 dengan dosen yang berbeda, masih muda, perempuan, yang katanya mirip bu Indah, endah sendiri belum liat penampakan bu Indah seperti apa, kalo bu cut udah...yey!
Materinya tentang integumentum, yaitu kulit. It’s includes epidermis, dermis. Epidermis terbagi lagi menjadi stratum corneum, transisi, dan stratum germinativum atau basalis. Stratum corneum berisi sel – sel mati, kulit ari lah yang biasa kita sebut. Transisionel terbagi lagi, ada lusidum yang hanya ada pada kulit – kulit tebal, misalnya telapak kaki ; supinosum yang peka terhadap  tegangan; stratum germinativum yang berisi sel – sel yang hidup, mengandung karatinosit, ada juga sl – sel yang sifatnya pluripoten, yaitu bisa berdiferensiasi menjadi bagian tertentu, misalnya dalam hal ini menjadi sel – sel bagian jaringan kulit. Kalo tadi pluripoten hanya bisa berdiferensiasi menjadi sel – sel tertentu yang menunjang dan sesuai dengan dimana dia tumbuh, lawannya yaitu totipoten yang memiliki kemampuan berdiferensiasi menjadi sel apapun. Selanjutnya dermis, berisi jaringan ikat, yaitu pembuluh darah dan saraf, kelenjar – kelenjar, lemak. Mengapa pada jaringan ini terdapat pembuluh darah hayo ? karena fungsi darah seperti halnya floem, yaitu mnegedarkan nutrisi – nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Nah, saluran untuk darah mengalirkan nutrisi – nutrisi tersebut disebut pembuluh darah, biar tetap pada jalurnya. Subhanallah... tidak hanya itu kawan, ternyata seluruh tubuh kita memerlukan nutrisi dari hal – hal kecil, misalnya kulit ini. Semakin jauh bagian kulit dari pembuluh darah, maka tidak mendapat asupan nutrisi, dan lama kelamaan akan mati. Oleh karena itu ada yang kita sebut sebgai kulit mati pada daerah stratum corneum. Memang kehidupan ada yang mati, maka ada yang baru menggantikannya, begitu pula yang terjadi pada kulit kita. Kulit kita tersusun atas lapis – lapis, nah bagian epidermis yang membatasi dengan dermis teh ada bagian yang bergelombang, yang disebut sebgai papila dermis.
Tadi membahas tentang integumen pada manusia, sekarang kita bahas pada ikan, ternyata oh tenyata integumen pada ikan kita sebut sisik dan jenis sisik ikan itu berbeda – beda, dari bentuk, cara menyusun di tubuh ikan. Penyusunan di tubuh ikan ini berdampak pada fleksibilitas pada ikan.
 Maaf ya kalo misalnya ga urut atau kurang jelas. Ini hanya sekedar review dari materi yang dikuliahkan tadi.
Thank’s J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar