Wajah Endah memang seperti ini, apalagi kalau lagi bad mood. Suasana hati lagi senang aja ada yang bilang gini, "Biasa aja dong muka nya..."
Endah,"Ini udah biasa....-.-" (sambil bercandaan)
Endah ga tau apa ada yang salah dengan wajah Endah, wajah Endah terlalu "nyolot-in" katanya, emang iya ya??
Hari itu hari Selasa, Endah telat masuk kelas. Kelas mulai jam 07.00, tapi Endah dateng jam 07.30. Malam Selasa Endah bermalam di kos Evi untuk ngerjain Laporan Kimia Organik. Sudah pukul 02.00 tapi yang baru selesai baru dasar teori, Endah ga ngerti tentang bab itu, terlalu banyak dan asing. Laporan belum selesai, kurang tidur, pikiran untuk minta tandatangan untuk LPJ, dikumpulin jam 15.00 untuk laporannya, belum belajar untuk praktikum selanjutnya.
Alhasil, Endah di kelas udah diem aja dari awal Endah dateng, muka Endah juga datar, ga enak ngomong banyak. Di kelas Endah ngeliat temen - temen main Endah, tapi kok malah tambah BT banget ya? Endah duduk di kursi belakang, melanjutkan mengerjakan laporan kimia, sambil mendengarkan dosen menerangkan sebentar - sebantar sebagai selingan.
Setelah bubaran kelas, Endah masih diem, masang muka datar, dan ngajak temen Endah yang lain untuk ngerjain laporan bareng di perpus. Turunlah Endah ke perpus tanpa basa - basi. Sampai di perpus, Endah keluar sebentar beli makanan, ketika masuk lagi ke perpus udah ada 2 orang temen main Endah biasanya. Endah gatau mau bersikap seperti apa. Endah cuma negor sambil senyum, terus balik ke tempat duduk Endah dengan teman Endah yang lainnya.
Beberapa lama kemudian, ada yang nyolek Endah dari belakang, dan ternyata itu salah satu dari temen main Endah biasanya.
Dia bilang," Ndah, ada seribu nggak (sambil megang karcis motor)."
Endah jawab," Wah, ga ada Far."
Dia lanjut cerita," Tadi aku ketemu."
Endah," Ketemu sama yang mana?"
Dia," Mr.B"
Endah," Dimana?"
Dia,"Tadi di......(Endah lupa)
*Percakapan itu berlangsung dengan air muka dia yang datar banget, dan muka Endah yang berusaha untuk tersenyum
Percakapan terakhir:
Dia bilang," Ndah,,"
Endah," Kenapa?"
Dia," Eh ga jadi deh"
Endah diem
Dia sambil berlalu, ngomong,"Senyum mu ga ikhlas banget sih."(Jleb! menggores hati Endah)
Mendengar ucapan itu, respon Endah hanya berucap," Laahh...(nada bingung)"
Sebenarnya, ketika Endah merespon itu, Endah sambil membendung air mata. Tega - tega nya , Sakit rasanya, Perih.
Endah lanjut ngerjain laporan, tapi pikiran entah kemana.
Endah ga ngerti apa salah Endah ke mereka, terutama ke dia, apa cuma karena muka Endah yang Endah pasang datar? Sikap Endah yang menjauh atau menghindar? atau apa???
Endah mengerjakan laporan, tapi pikiran Endah mencari cara untuk menanyakan lebih lanjut mengenai ucapan itu. Akhirnya Endah sms dia seperti ini
"Quote hari ini: Rasa ikhlas/tidak dari seseorang ga ada yang tau far, kecuali dirinya sendiri dan Allah, jadi jangan langsung negative thinking sama seseorang..hehehehe :)"Dia balas seperti ini "Haha, sorry gue lagi sensi."
Dia sms lagi," Berarti kamu juga jangan sceptis ya jadi orang :)"
Endah ga bales, pulsa habis.
Dia sms lagi," Gajah dipelupuk mata tak tampak, kuman diseberang lautan nampak.maaf ya kalo aku gak intropeksi diri."
Endah bales pake pulsa temen Endah," Iya, kita lagi sama - sama sensi, kita butuh intropeksi diri masing - masing."
Jujur, setelah dia ngomong kayak gitu, Endah terasa sesak, sesak banget di dalam hati Endah. Endah mau nangis saat itu juga, tapi Endah tahan. Endah ga mau nangis di depan banyak orang. Ditambah lagi si Evi yang ga nge-print cover buat Endah, dia lupa, ga tau kalo Endah nitip. Endah tambah panas, Endah hanya istighfar, dan ternyata...tes..air mata Endah menetes saat Endah palingkan wajah dari Evy.
Endah masih sesak,tapi Endah berusaha untuk menyelesaikan hari - hari Endah dulu di kampus. Berusaha tersenyum.. :)
Sampai di kos, malem sekitar jam 21.30, Endah online dan cerita ke mba' Endah. Di situlah Endah nangis. Rasa sakit masih terasa sampai saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar