Mayoritas akan panik, BT, dan sedih kalo mendapat nilai yang buruk, ya, termasuk Endah. Tapi Endah nanya deh, apa hanya SE-SEDERHANA ITU?kuliah -> bayar -> ikut kelas -> ujian -> dapet nilai. SE-SEDERHANA ITU?
Secara harfiah, belajar atau menuntut ilmu itu kan untuk mendapatkan ilmu itu sendiri, kemudian pemahaman, kemudian mengerti dan tahap selanjutnya diharapkan bisa diaplikasikan dalam masyarakat yang kelak diharapkan kehidupan (dalam arti luas) menjadi lebih baik. Bukan hanya mendapatkan nilai bagus...
Disisi lain, nilai itu pencerminan atas pemahaman kita. Tapi gini deh, nilai itu nggak sepenuhnya mencerminkan atas pemahaman kita. Nilai itu bisa bagus/jelek berdasarkan belajar/tidaknya kita. Iya nggak? dan belajar itu kebanyakan dari kita melupakan atas asas pemahaman. Belajar ya sekedar belajar, menghapal, bahkan hanya belajar kalo menjelang ujian (SKS). Kalo seperti itu gimana bisa paham coba?Ya meski tingkat pemahaman setiap orang beda, tapi itu tetep aja nggak efektif.
"Jadi sebenarnya nilai itu apa?kenapa kita bisa seneng/sedih gara - gara itu?apa pemahaman hanya terukur dari nilai - nilai dan deretan angka - angka?"Jujur Endah masih bingung sama polemik para pelajar dan mahasiswa/i yang lebih mementingkan nilai daripada pemahaman. Belum mendapatkan jawaban yang memuaskan untuk Endah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar