Kebanyakan dari mereka yang di atas itu gengsi, merasa penting, dan tingkat sensitif mereka juga meningkat tinggi.
Haruskah kehidupan itu memandang status dan sebagainya yang disandang oleh seseorang?
Karena status, jabatan, kekuasaan yang telah disandang jadi nggak mau bales pesan singkat dari bawahannya yang dirasa kurang/nggak penting.
Karena status, jabatan, kekuasaan yang telah disandang, balesan pesan singkat hanya sebatas satu/dua kata, "Ya atau Tidak", misalnya. Anjirrr...berasa penting banget kalo ada orang kayak gitu.Berasa nggak ada waktu banget untuk ngetik balesan yang lebih panjang dan lebih jelas.
Karena status, jabatan, kekuasaan yang telah disandang, harus bawahannya yang mengirim pesan singkat atau lainnya terlebih dahulu.
Karena status, jabatan, kekuasaan yang telah disandang, harus bawahannya yang berprilaku sopan terhadap mereka. Bahkan mereka tidak memperhatikan sikap nya sendiri terhadap orang lain, terutama bawahannya.
Karena status, jabatan, kekuasaan yang telah disandang, kata "Maaf dan Terimakasih" terasa sulit untuk diucapkan.
Sumpah ya......fenomena di masyarakat saat ini...cukup bikin ngelus dada.
Di sela - sela itu, tetap ada orang yang tidak memegang prinsip seperti itu. Salah satu dosen Endah contohnya.
Beliau is THE BEST dosen yang ada di kampus Endah sepenilaian Endah. Belaiu nggak mandang orang lain dari status dan sebagianya. Beliau nggak gengsi untuk sms mahasiswa nya terlebih dahulu. Beliau nggak malu untuk negur/senyum ke mahasiswanya terlebih dahulu. Beliau sabar banget orangnya. Beliau memiliki kelapangan dada yang luas. Itu Endah rasain ketika dibimbing dia saat praktikum. Beliau juga pengertian, bayangin kita nggak pernah ada pre-test gara - gara kita belum belajar blas. Dan beliau memahami kita, beliau nggak mau memberatkan kita. Semua itu membuat Endah kagum dan salut sama beliau.
Sedikit cerita tentang beliau,
Waktu itu Endah sama Cornell ngeliat nilai di papan belakang akademik. Pas udah puas ngeliat nilai, kita berbalik, dan beberapa langkah kemudian dari papan, kita ketemu beliau.
Bayangin, beliau yang pertama melemparkan senyum ke kita. Terus kita melangkah mendekat, dan beliau pertama yang negor kita,"Gimana, mau kapan kita lanjutkan praktikum kita, . . . ". Giling, itu dosen...ramah banget. Dari perbincangan itu seolah - olah beliau yang menyesuaikan jadwal dengan jadwal kita.
Terus suatu ketika beliau dateng telat, karena ada sedikit trouble. Ketika beliau tiba, beliau minta maaf ke kita, dan menceritakan kenapa beliau telat. Terus beliau cerita trouble yang dialaminnya ke kita semua. Perkataan beliau di akhir ceritanya:
"Kalo udah kayak gitu, bagaimana menurut kalian, kalau kalian jadi saya. kalian marah/emosi nggak?Tadinya saya mau meluapkan emosi, tapi untuk apa? itu malah bikin capek, banyak energi yang dibuang. Mending energi itu saya simpan untuk ngajarin kalian sekarang." Demikian perkataan beliau ke kita semua. Gila....pelajaran banget hari itu. Pelajaran untuk mengendalikan emosi, belajar untuk sabar dan lapang dada. Belajar untuk menggunakan energi untuk hal - hal yang lebih bermanfaat.
Ada lagi, kakak angkatan Endah yang mengirim pesan singat ke beliau tentang pengamatan terakhir praktikum kita. Terus beliau bales,"Yaudah, kalian bisa nya kapan, nanti biar saya siapin." Subhanallah....bayangin...padahal kita yang butuh, tapi beliau yang repot - repot untuk mempersiapkan semuanya. Setiap balasan pesan singkat pun beliau nggak pernah sepatah dua patah, terus juga kakak angkatan Endah pernah di telpon olehnya, padahal kita yang butuh. Gila...beliau nggak segan - segan nelpon mahasiswa/i nya. Subhanallah...
Beliau memang dosen yang the best. Itu baru namanya dosen. Beliau menghormati semua orang yang berhubungan dengan dia. Nggak peduli itu mahasiswa atau sebagainya. Nggak mandang siapa yang butuh, siapa yang perlu. Pokok e The Best dosen lah...salut banget sama beliau.
Kalau semua orang seperti beliau, betapa damai dunia ini, tak ada ornag yang tersakiti :DEndah nanti kalo jadi Dosen, Endah mau jadi Dosen seperti beliau. :D
Sayangnya, Endah nggak kepikiran untuk jadi dosen. Ahahahaha.
Endah bercita - cita jadi guru, guru PLB tepatnya. Endah bercita - cita jadi relawan, aktivis sosial, karena itu lebih menantang dalam hal kesabaran, keikhlasan, keloyalan. Satu lagi, Endah bercita - cita jadi editor, penulis, dan berharap suatu saat bisa buat mural, graffity yang bisa dinikmati orang banyak.
:D
Amin Ya Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar