Setelah kubuka pintu,
Tepat di hadapan ku,
Di depan mataku,
Terlihat bulan sabit
Seperti tersenyum sendu, dikelilingi langit hitam
Tapi tetap terpancarkan cahaya nya.
Semua pintu telah ditutup
Empunya sedang beristirahat sejenak
Ku keluar lagi,
Mengambil air wudhu, menunaikan Shalat Isya
Emosi Endah sedang labil
Sudah beberapa hari lalu.
Atau malah satu tahun ini.
Cepat sekali perubahan antara marah, kesal, senang,
Bahagia, kecewa, bimbang, segala macamnya.
Sering ku hela nafas,
Mengatur, dan mengendalikan emosi dalam diri
Untuk malam ini tidak berhasil,
Terus diselimuti perasaan "tidak enak"
Gelisah rasanya.
Ingin cerita,
Endah tau, no one in here can stand beside me patiently.
Just to listen me. I know that. From your eyes.
Segera tersadar,
Endah masih punya Yang Maha Pendengar
Yang tanpa disadari selalu disisi Endah
Tanpa harus mengeluarkan banyak kata - kata,
Dia sudah tahu
Tahu tepat apa yang Endah maksud.
Dia siap mendengar tentang apa pun itu.
Apa pun.
Di dalam sujud Endah,
Endah malu.
Terlalu banyak waktu yang Endah lakukan untuk berbuat dosa
Tanpa Endah sadari, maupun dengan seluruh kesadaran Endah
Endah malu.
Selalu mengulangi kesalahan setelah meminta maaf
Endah malu.
Hanya datang disaat seperti ini
Tanpa sadar,
Mata berlinang, tak terbendung
Segala penyesalan dalam hati,
Membuatku sulit bernafas, sesak.
Endah nggak mau janji lagi,
Takut akan Endah langgar lagi.
Yang membuat Endah semakin merasa bersalah.
Sudah banyak air mata kali ini
Endah merasa sangat labil
Mungkin ini salah satu cara Dia,
Agar buat Endah kembali pada - Nya
Ingat kembali tentang - Nya
Dan hanya bergantung pada - Nya.
Ya Rabb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar