Senin, 14 Januari 2013

Dalam Persimpangan

Dari tadi bolak - balik slide, tetep belum konsen, atau malah nggak konsen.
Alamat ndak tidur malam ini dan emang rencana ndak mau tidur. Udah bikin kopi satu mug besar dan siap diminum.

Sekarang rasanya kalo orangtua nelpon itu....nyesek. Dengan keadaan Endah, maksudnya dengan psikologis Endah yang sekarang - sekarang ini, yang terus galau. *menyedihkan. Denger suaranya aja...nyeri rasanya yang di dalem.
Dalam persimpangan ni..entah jalan mana yang akan Endah tempuh.
#terus berpikir. Kenapa mesti sekarang. Kenapa nggak kemaren - kemaren? Endah, lo mikirnya telat banget si (ngomong ke diri sendiri). Kenapa?ha?kenapa?

Ya Allah...berikan hamba jalan yang terbaik menurut - Mu untuk hamba - Mu ini Ya Allah...

#beda topik
Fix, Endah pulang tanggal 20. Besok mau ke stasiun beli tiket, semoga masih ada kereta ekonominya (budget limit banget). Udah Endah tulis di kertas reservasi tiket. Ndak mikirin Mbak ku lah. Se bodo teuing sama semuanya (cakupan luas). Sama tanggapan mereka ke Endah. Udah capek mikirin perasaan orang lain. Endah terus yang mesti jaga perasaan yang lain, sedangkan yang lain mana pernah mikirin perasaan Endah. Ndak ada yang peduli sama Endah, sama perasaan Endah. Mayoritas egois, menusuk dari belakang, mudah membatalkan janji dengan berbagai alasan. Hanya modus "memanfaatkan" yang menguntungkan diri mereka sendiri.

Ok. fine. Endah tetep berusaha menahan ego Endah. Mengendalikan emosi Endah kok, tenang aja :) .

#who wants hold my hands, and patiently give me support. I need it so much.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar