Kamis, 28 Februari 2013

Penantian dan Harapan

Sejak pertemuan pertama itu, Aku terus menanti dan berharap. Saat membeli makan malam di tempat ibunya itulah yang kutunggu setiap harinya. Berpakaian rapi, berbeda dari sebelumnya, sebelum bertemu dia. Entah, meskipun kurasa harapan itu kosong dan tidak beralasan, aku tetap menanti dan berpenampilan sebaik - baiknya.

Hal ini hanya Aku dan Sang Kuasa yang tahu, tentang perasaan ku maksudnya. Aku tidak menceritakan kepada siapa - siapa, karena ini hal yang konyol. Bayangkan, pertama bertemu saat makan malam, di tempat ibunya yang menjadi langganan ku dan banyak orang tentunya. Aku tidak tahu dia siapa, namun dia telah buatku jatuh hati di perjumpaan pertama.

Setiap malam, ku berusaha membeli makanan di tempat ibunya itu. Baik malam yang panas, maupun hujan. Dengan membawa payung dan berjalan kaki, ku menuju ke tempat ibunya. Baik seorang diri maupun bersama teman satu kos ku. Aku rela...
Semua ini, hanya untuk harapan bertemu dengan dia. :D

berlanjut. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar