Sebelum Endah balik ke Jogja, Bapak Endah membawakan Endah untuk membawa buku - buku yang Bapak dapatkan ketika menjaga sebuah percetakan. Buku yang dibawa Bapak bagus - bagus dan sesuai dengan bacaan yang sering dibaca oleh Endah dan Ibu. Endah yakin banget kalau Bapak memilih buku - buku tersebut sebelum dibawanya pulang.
Salah satu buku yang dibawa yaitu kumpulan cerita yang disatukan menjadi buku dengan judul "Ayah Pemilik Cinta yang Terlupakan". Yup, buku itu ndak berani Endah baca dirumah. Kenapa? soalnya Endah tau Endah bakal nangis kalo baca buku itu. Dari judulnya aja udah bikin terharu. Endah ndak mau ketauan nangis dirumah :p he.he.
Bapak semangat banget nyuruh Endah untuk baca buku itu. Tapi tetep Endah kekeh nggak mau baca buku itu di rumah. So, Endah bawa buku itu bersama dengan buku lainnya ke Jogja. Dan benar, Endah nangis, padahal baru lembar - lembar awal. Bukunya bagus. Buat kita sadar, dan intropeksi diri atas perlakuan kita selama ini ke keduaorangtua kita, terutama Bapak.
Buku itu merupakan kumpulan kisah Ayah dimata anak - anak nya. Begitu juga dengan Bapak, yang punya kisah hebat tersendiri dimata Endah.
Bapak dimata Endah seorang sosok yang selalu buat Endah, Ibu, Mas Bagus tertawa dengan humor - humornya.
Seorang yang tidak pernah marah, yup, dari beliau Endah belajar untuk bisa mengendalikan emosi Endah.
Seorang yang selalu meluangkan waktunya untuk keluarga, walaupun masuk kerja pagi, dan akan berangkat lagi malam, disela - sela waktu itu Bapak selalu menyempatkan diri untuk pulang, untuk makan masakan Ibu dirumah, untuk istirahat atau sekedar bertemu dan bercanda dengan Endah dan Mas Bagus.
Bapak yang selalu menasehati anak - anaknya, mengajari anak - anaknya untuk hemat, tidak jajan sana sini, dibiasakan makan masakan yang sudah dimasak Ibu.
Seorang yang suka bederma, bergaul dengan siapa saja, baik tukang bajaj, penjual mi ayam, ketoprak, bubur, satpam, ojek, dan banyak lagi.
Seorang yang rela melakukan apa saja untuk keberhasilan anaknya.
Seorang yang selalu melindungi anak - anaknya, terutama Endah, anak perempuan satu - satunya. Beliau yang selalu mengingatkan Endah jangan pacaran dulu. Endah tau, kalau sebenarnya dibalik nasehat itu, tersimpan kekhawatiran dan ingin melindungi Endah, anak perempuan satu - satunya dari pergaulan yang semakin menggila ini.
Masih banyak lagi yang istimewa dari sosok Bapak dimata Endah
Hanya Allah yang bisa membalas semua cinta kasih dari Bapak dan Ibu. Endah sebagai seorang anak hanya bisa mendoakan, menjaga kepercayaan yang telah diberikan, menjaga nama baik, kehormatan, dan berusaha melakukan yang terbaik untuk kalian.
#telpon malam ini berbunyi, dan itu telpon dari Bapak :D love you so much :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar