langit mendung sudah tampak sejak sore hari
aromanya pun sudah tercium
aroma tanah yang aku suka
dan ternyata perkiraan ku pun terjadi,
malam hari, hujan turun dengan lebat disertai angin kencang
posisiku saat itu masih di kampus hendak pulang
pulang ke kediaman ku di Jogja
tanpa perduli itu semua,
aku terobos jalanan malam Jogja
tanpa suatu pelindung apa pun,
kecuali pakaian yang melekat dari pagi hari
ku biarkan begitu..
ku biarkan ribuan rintik hujan mendarat di tubuhku
seperti pijat refleksi pikirku.
kemudian aku melihat sekeliling,
para pengguna jalan menepi, mencari perlindungan.
kecuali aku,
aku terus menerobos jalan malam itu
tentu saja mereka semua melihatku
ah....aku tidak perduli
aku sudah lelah
dan biarkan lelahku pergi,
pergi bersama butir air hujan yang menghantam tubuhku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar