Minggu, 14 Mei 2017

terimakasih untuk kamu yang memanggil “sayang” tanpa mengharapkan endah memanggil dengan panggilan yang sama. terimakasih untuk bilang “kangen” padahal endah jarang berkata seperti itu. terimakasih telah memikirkan endah,dan masa depan kita. terimakasih telah memiliki nyali bertemu Ibu Bapak walau tanggapan Ibu Bapak yang kurang baik. terimakasih sudah selalu mengerti,dan memahami endah,begitu pula dengan Ibu dan Bapak endah. terimakasih telah dan tetap memperjuangkan endah dengan segala resiko, dan konsekuensi nya. terimakasih....maaf endah belum bisa memberikan apa apa,walau sekedar pegangan tangan,pelukan,atau apalah layaknya orang yang menjalin kasih. maaf endah tidak bisa yang seperti mereka....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar