Yup, Endah udah masuk ke
semester dua (tepatnya tanggal 20 Februari) kuliah di kampus perjuangan
fakultas tentang makhluk hidup, Endah menyebutnya begitu. Semester ini baru
dimulai biologi yang sebenarnya..yeah,same voice to you. I just feel in this
semester can be long time, the time feel walk slowly. Endah bisa!
Dimulai aja ya,senin kemarin
pelajaran SPT. Sistematika dan Perkembangan Tumbuhan, bobotnya 4 SKS, 3 SKS
materi dan 1 SKS praktikum, wow, Amazing. Makul ini ngebahas dari morfologi,
anatomi, embriologi tumbuhan. All about plant. Dosen pengajarnya pun beneran,
dalam arti sudah berpengalaman di bidangnya, yup, itu terlihat jelas sekali dan
sangat nyata. Hari pertama kuliah kita udah masuk materi dan memulainya dengan
yang dasar dulu deh, tentang perakaran pada tanaman, terdiri dari tunggang dan
serabut. Yang endah dapet dari mata kuliah itu, hasil dari pencangkokan hanya
menghasilkan akar serabut. Kenapa? Karena akar tunggang diperoleh dari pembijian
atau akar tungang dimiliki oleh tumbuhan yang ditanam hanya dari biji, dari
benih aslinya. Sedangkan tumbuhan yang diperbanyak dengan metode pencangkokan
hanya memiliki akar serabut, meskipun yang dicangkok merupakan tanaman dikotil
yang berakar tunggang. Hal ini disebabkan saat mencangkok yang kita ambil atau
kita kupas adalah bagian kambium dan floem dan menyisakan bagian yang keras di
tengah yaitu xylem sebagai berkas pengangkut, pembuluh kayu. Iyalah yang
disisain xylem, mengingat fungsinya sebagai pengangkut air dan mineral serta
nutrisi lainnya yang diperlukan tanaman dari tanah ke seluruh bagian tumbuhan.
Bayangin kalo bukan xylem yang disisain, tanaman gak akan tumbuh, karena gak
ada yang ngasih makan dia ibaratnya. Untuk hidup kan makhluk hidup memerlukan
makan to? Ya, disisain xylem nya,kemudian xylem tadi dibalut dengan tanah dan
pupuk kemuadian dibungkus dengan plastik. Setelah itu jangan lupa untuk
disiram, untuk menjaga kelembaban nya. lalu kita amati nanti akan muncul akar –
akar serabut. Setelah cukup kuat akar tersebut, tanaman dipotong dan kemudian
dipindahkan ke medium tanah yang sebenarnya. Menyangkut pertanyaan sebelumnya,
akar – akar serabut itu muncul, karena tumbuhan yang dicangkok, floem nya
terputus. Nah, karena itu, hasil fotosintesis tidak dapat tersalurkan dengan
baik, sehingga nutrisi hasil fotosintesis menumpuk di ujung – ujung perbatasan
antara batang yang dikupas dan tidak. Nah, disana itu ada jaringan meristem yang aktif membelah dan
mengalami diferensiasi ditambah jaringan tersebut mnedapatkan nutrisi. Dan
untuk memperbaiki batang yang luka tersebut, batang dengan insting nya sendiri
membentuk akar – akar serabut pada daerah itu. Coba deh bayangin, dari
mencangkok, tanaman dikupas, dibalut dengan tanah dan disiram dengan air dan
terus mendapat nutrisi dari floem yang terputus. Kalo kita jadi tanaman apa
yang akan dibentuk? Kalo endah mikir sih akar. Soalnya, floem yang terputus
tadi ga bisa nerusin tugasnya dan stag disitu, sedangkan sistem harus terus
berjalan, masa xylem yang udah ngasih ga ada feedbacknya. Kalo endha mikir, ini
diluar konteks sih, dunia ini tuh bagaikan sebuah alur sirkulasi yang terus
berputar dan tidak pernah terputus.
Dari kasus itu, muncul naluri
sebagai peneliti Endah (gaya..) lebih tepanya imajinasi endha melayang –
layang. Kenapa ga bisa muncul akar tunggang? Kalo seandainya bisa muncul, itu
sangat menguntungkan, tanaman hasil cangkok akan tumbuh kuat seperti induknya
(tanaman dari pembijian) dan cepat proses tumbuh dan perkembnagannya untuk
tanaman cangkok ini. Bisa ga ya radikula atau calon akar yang dimiliki biji
untuk tumbuhnya akar tunggang ini juga dimiliki tanaman budidaya cangkok?mungkin
ditambah hormon atau lainnya? Endah jadi inget, imajinasi itu ga ada batasnya,
dnegan imajinasi, sesuatu yang awalnya tidak mungkin, akan mungkin terjadi,
semua berawal dari imajinasi. Ya, semoga saja suatu hari nanti akan ditemukan.
Lalu ada lagi, kenapa tanaman
monokotil memiliki sistem perakaran serabut, bukan tunggang? Karena tanaman
monokotil kebanyakan berumur pendek, dan untuk menunaikan tugas untuk tumbuh
dan berkembang dia harus lebih cepat kan, akar serabut ini salah satu
alasannya, karena akar serabut sistemnya akan memperluas untuk penyerapan
nutrisi, nutrisi itu untuk tumbuh dan berkembang, dnegan akar serabut, maka
tanaman akan lebih cepat untuk tumbuh dan berkembang. Ini harus cepat dilakukan
dengan berkembang dengan cepat, maka, tanaman cepat pula mengahasilkan bunga,
alat untuk perkembnagbiakan, itu salah satu tugasnya. Terus lagipula kebanyakan
monokotil tidak menanggung beban dari buah – buah yang dihasilkan, tidak halnya
denagn mangga. Lalu bagaiman dengan kelapa? Kelapa memang salah satu tanaman
monokotil dnegan sistem perakaran serabut, namun akar serabut yang dimiliki
tidak sama dengan akar serabut yang dimiliki oleh jagung, bambu dan sebagainya.
Akar serabut kelapa lebih kuat, dan untuk menanggung beban dari kelapa yang
dihasilkan, pohon kelapa ini menjatuhkan daun yang sudah tidak muda lagi, itu
salah satu caranya untuk mengurangi beban yang dia tanggung. Lalu bagaimana
akar tanaman akar serabut mempertahankan posisinya untuk dapat tegak berdiri? Salah
satunya, tanaman monokotil cirinya kan berbuku – buku, nah dari buku – buku
tersebut kemungkinan akan pula muncul akar, dan karena gaya geotropis,akar
tersebut akan menuju ke bawah, ke tanah, membnatu tugas akar yang sebelumnya.
Salah dua, kita mengambil contoh tanaman bambu. Bila kita lihat, tanaman ini
tidak pernah tumbuh soliter, pasti berkoloni, itu bermaksud untuk memperkokoh
berdirinya dia, dan menahan tepaan angin, supaya tidak mudah tumbang, ingatlah
pepatah, dengan bersama – sama kita akan lebih kuat. Bersatu kita teguh
bercerai kita runtuh. Salah tiga, denagn akar serabut, tanaman akan lebih mudah
untuk dicabut. Untu kasus ini kita ambil rumput. bayangin kalo rumput sistem
perakarannya tunggang. Akan sulit untuk dicabut dan dipindahkan, butuh banyak
tenaga dan waktu. Maybe, people can’t or won’t plant the grass to their garden.
Adalagi, ketika tanaman ditanam
berdampingan, kenapa akarnya tidak pernah bertabrakan, karena, tanaman punya
sinyal – sinyal juga untuk itu, memberitahukan ke tanaman yang lain, kalo
bertabrakan, maka akan terhambat dan akan terputus. Dan juga banyak mikro –
mikro yang ada di tanah berkomunikasi untuk itu.
Kesimpulan dari makul hari
senin, 20 Februari 2012 ini, suatu sistem pasti terkait dengan fungsinya, tidak
mungkin tidak. Dari pencangkokan, setiap
makhluk hidup memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri, termasuk
tanaman. Semua makhluk hidup, pasti berkomunikasi antara satu dengan yang lain,
meskipun itu tanaman, tentunya juga dengan caranya mereka masing – masing.
mbak font tulisannya di tata lgi ya...
BalasHapussusah kalu baca :(
Hahahahahaha keren coba dibuat kayak pdf gtuhh
BalasHapus