Selasa, 06 Maret 2012

Semester II


Yup, Endah udah masuk ke semester dua (tepatnya tanggal 20 Februari) kuliah di kampus perjuangan fakultas tentang makhluk hidup, Endah menyebutnya begitu. Semester ini baru dimulai biologi yang sebenarnya..yeah,same voice to you. I just feel in this semester can be long time, the time feel walk slowly. Endah bisa!
Dimulai aja ya,senin kemarin pelajaran SPT. Sistematika dan Perkembangan Tumbuhan, bobotnya 4 SKS, 3 SKS materi dan 1 SKS praktikum, wow, Amazing. Makul ini ngebahas dari morfologi, anatomi, embriologi tumbuhan. All about plant. Dosen pengajarnya pun beneran, dalam arti sudah berpengalaman di bidangnya, yup, itu terlihat jelas sekali dan sangat nyata. Hari pertama kuliah kita udah masuk materi dan memulainya dengan yang dasar dulu deh, tentang perakaran pada tanaman, terdiri dari tunggang dan serabut. Yang endah dapet dari mata kuliah itu, hasil dari pencangkokan hanya menghasilkan akar serabut. Kenapa? Karena akar tunggang diperoleh dari pembijian atau akar tungang dimiliki oleh tumbuhan yang ditanam hanya dari biji, dari benih aslinya. Sedangkan tumbuhan yang diperbanyak dengan metode pencangkokan hanya memiliki akar serabut, meskipun yang dicangkok merupakan tanaman dikotil yang berakar tunggang. Hal ini disebabkan saat mencangkok yang kita ambil atau kita kupas adalah bagian kambium dan floem dan menyisakan bagian yang keras di tengah yaitu xylem sebagai berkas pengangkut, pembuluh kayu. Iyalah yang disisain xylem, mengingat fungsinya sebagai pengangkut air dan mineral serta nutrisi lainnya yang diperlukan tanaman dari tanah ke seluruh bagian tumbuhan. Bayangin kalo bukan xylem yang disisain, tanaman gak akan tumbuh, karena gak ada yang ngasih makan dia ibaratnya. Untuk hidup kan makhluk hidup memerlukan makan to? Ya, disisain xylem nya,kemudian xylem tadi dibalut dengan tanah dan pupuk kemuadian dibungkus dengan plastik. Setelah itu jangan lupa untuk disiram, untuk menjaga kelembaban nya. lalu kita amati nanti akan muncul akar – akar serabut. Setelah cukup kuat akar tersebut, tanaman dipotong dan kemudian dipindahkan ke medium tanah yang sebenarnya. Menyangkut pertanyaan sebelumnya, akar – akar serabut itu muncul, karena tumbuhan yang dicangkok, floem nya terputus. Nah, karena itu, hasil fotosintesis tidak dapat tersalurkan dengan baik, sehingga nutrisi hasil fotosintesis menumpuk di ujung – ujung perbatasan antara batang yang dikupas dan tidak. Nah, disana itu ada  jaringan meristem yang aktif membelah dan mengalami diferensiasi ditambah jaringan tersebut mnedapatkan nutrisi. Dan untuk memperbaiki batang yang luka tersebut, batang dengan insting nya sendiri membentuk akar – akar serabut pada daerah itu. Coba deh bayangin, dari mencangkok, tanaman dikupas, dibalut dengan tanah dan disiram dengan air dan terus mendapat nutrisi dari floem yang terputus. Kalo kita jadi tanaman apa yang akan dibentuk? Kalo endah mikir sih akar. Soalnya, floem yang terputus tadi ga bisa nerusin tugasnya dan stag disitu, sedangkan sistem harus terus berjalan, masa xylem yang udah ngasih ga ada feedbacknya. Kalo endha mikir, ini diluar konteks sih, dunia ini tuh bagaikan sebuah alur sirkulasi yang terus berputar dan tidak pernah terputus.
Dari kasus itu, muncul naluri sebagai peneliti Endah (gaya..) lebih tepanya imajinasi endha melayang – layang. Kenapa ga bisa muncul akar tunggang? Kalo seandainya bisa muncul, itu sangat menguntungkan, tanaman hasil cangkok akan tumbuh kuat seperti induknya (tanaman dari pembijian) dan cepat proses tumbuh dan perkembnagannya untuk tanaman cangkok ini. Bisa ga ya radikula atau calon akar yang dimiliki biji untuk tumbuhnya akar tunggang ini juga dimiliki tanaman budidaya cangkok?mungkin ditambah hormon atau lainnya? Endah jadi inget, imajinasi itu ga ada batasnya, dnegan imajinasi, sesuatu yang awalnya tidak mungkin, akan mungkin terjadi, semua berawal dari imajinasi. Ya, semoga saja suatu hari nanti akan ditemukan.
Lalu ada lagi, kenapa tanaman monokotil memiliki sistem perakaran serabut, bukan tunggang? Karena tanaman monokotil kebanyakan berumur pendek, dan untuk menunaikan tugas untuk tumbuh dan berkembang dia harus lebih cepat kan, akar serabut ini salah satu alasannya, karena akar serabut sistemnya akan memperluas untuk penyerapan nutrisi, nutrisi itu untuk tumbuh dan berkembang, dnegan akar serabut, maka tanaman akan lebih cepat untuk tumbuh dan berkembang. Ini harus cepat dilakukan dengan berkembang dengan cepat, maka, tanaman cepat pula mengahasilkan bunga, alat untuk perkembnagbiakan, itu salah satu tugasnya. Terus lagipula kebanyakan monokotil tidak menanggung beban dari buah – buah yang dihasilkan, tidak halnya denagn mangga. Lalu bagaiman dengan kelapa? Kelapa memang salah satu tanaman monokotil dnegan sistem perakaran serabut, namun akar serabut yang dimiliki tidak sama dengan akar serabut yang dimiliki oleh jagung, bambu dan sebagainya. Akar serabut kelapa lebih kuat, dan untuk menanggung beban dari kelapa yang dihasilkan, pohon kelapa ini menjatuhkan daun yang sudah tidak muda lagi, itu salah satu caranya untuk mengurangi beban yang dia tanggung. Lalu bagaimana akar tanaman akar serabut mempertahankan posisinya untuk dapat tegak berdiri? Salah satunya, tanaman monokotil cirinya kan berbuku – buku, nah dari buku – buku tersebut kemungkinan akan pula muncul akar, dan karena gaya geotropis,akar tersebut akan menuju ke bawah, ke tanah, membnatu tugas akar yang sebelumnya. Salah dua, kita mengambil contoh tanaman bambu. Bila kita lihat, tanaman ini tidak pernah tumbuh soliter, pasti berkoloni, itu bermaksud untuk memperkokoh berdirinya dia, dan menahan tepaan angin, supaya tidak mudah tumbang, ingatlah pepatah, dengan bersama – sama kita akan lebih kuat. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Salah tiga, denagn akar serabut, tanaman akan lebih mudah untuk dicabut. Untu kasus ini kita ambil rumput. bayangin kalo rumput sistem perakarannya tunggang. Akan sulit untuk dicabut dan dipindahkan, butuh banyak tenaga dan waktu. Maybe, people can’t or won’t plant the grass to their garden.
Adalagi, ketika tanaman ditanam berdampingan, kenapa akarnya tidak pernah bertabrakan, karena, tanaman punya sinyal – sinyal juga untuk itu, memberitahukan ke tanaman yang lain, kalo bertabrakan, maka akan terhambat dan akan terputus. Dan juga banyak mikro – mikro yang ada di tanah berkomunikasi untuk itu.
Kesimpulan dari makul hari senin, 20 Februari 2012 ini, suatu sistem pasti terkait dengan fungsinya, tidak mungkin tidak.  Dari pencangkokan, setiap makhluk hidup memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri, termasuk tanaman. Semua makhluk hidup, pasti berkomunikasi antara satu dengan yang lain, meskipun itu tanaman, tentunya juga dengan caranya mereka masing – masing.

2 komentar:

  1. mbak font tulisannya di tata lgi ya...
    susah kalu baca :(

    BalasHapus
  2. Hahahahahaha keren coba dibuat kayak pdf gtuhh

    BalasHapus