Usai UTS SPH, nyampai di kos,
menyegarkan pikiran terlebih dahulu, dengan apa?? Dengan nonton film di lepo
tercinta dan tersayang. Film Letters to God, Endah yakin sudah banyak yang
nonton film itu. Sebenarnya Endah melanjutkan acara nonton Endah yang waktu itu
belum selesai dan sekarang sudah menyelesaikannya \^.^/ (ga penting...).
Lanjut saja komentar Endah
tentang film itu..
Membuat Endah sadar, kalo
“Hidup kita itu juga untuk orang lain, maksudnya untuk orang – orang yang menyayangi kita”
Dalam film itu tokoh utama, yaitu Taylor menderita kanker, dia tahu kalo
umur dia itu udah ga panjang lagi, meskipun usia itu prioritas Allah SWT.
Ya..itu dia kuncinya, apa yang akan kita lakukan kalo kita itu udah tahu umur
masing – masing diri kita? Tentunya pada berbuat baik, tapi tergantung, karena
baik – buruk itu merupakan pilihan pribadi kita masing – masing.
Setelah dia pergi, banyak yang
merasa kehilangan, keluarga, sahabat, tetangga dan orang – orang terdekat dia.
Air Endah menetes nonton film
itu, berfikir...seandainya Endah juga dalam posisi Taylor, apa juga akan
seperti itu situasinya? Meninggalkan dunia ini untuk selamanya dengan segala
kenangan tentang Endah di hati mereka???
“Banyak cara kita untuk berkomunikasi dengan Allah SWT”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar