Endah Cuma sendiri ceweknya yang
dateng SGD coba. Terus jadi moderator pula, Subhanallah.....pada belum tau kali
ye kalo Endah itu ga bisa ngomong dengan struktur yang baik. -____-“ akhirnya
acara kurang trekondisikan. Maap ya....yang ke- 2 membahas filum Moluska,
termasuk kelas keilmuan di KSK. Moluska itu salah satu filum dari Animalia.
Bercirikan tubuh lunak dengan atau tanpa mantel. Oya, mereka juga melekat
dengan substrat, maksud substrat disini itu karang, koloni hydroid, contohnya Aglaophenia
cupressina. Mereka menjadikan karang sebagai tempat hidupnya, baik untuk
berlindung dari para predator, dari hempasan arus dan gelombang air laut(Kambey,
2011).
Filum moluska terbagi menjadi
beberapa kelas:
1. Aplacopora
(yang tanpa keping cangkang)
2. Monoplacopora
(dengan satu keping cangkang)
3. Polyplacopora
(cangkang keping banyak)
4. Gastropoda
(cangkang terpilin)
5. Bivalvia
(Pelecyphoda) (cangkang setangkup)
6. Scapophoda
(cangkang seperti gading atau pipa)
7. Cephalopoda
(cangkang internal, kaki di kepala, kepala di kaki)
Yang placopora – placopora-an itu
termasuk deposit feeder, artinya, air yang melalui dia kan terkandung
mineral/zat – zat lain, nah langsung tuh mereka menyerap itu semua tanpa pilih
– pilih. Lain yang sudah berkembang dari gastropod, bivalvia ke bawah, mereka
tu udah filter feeder, ibaratnya “ga mau makan sembarangan”, begitulah.
-____-“. Makan sembarangan = jajan, berarti, orang yang suka jajan itu dia
termasuk deposit feeder. Hahai :D
Deposit feeder itu, mereka ga ada
pengeluarannya, jadi diubah ke bentuk lain dalam diri mereka.
Oya, filum moluska ini dapat juga
menjadi bioakumulator, kenapa? Karena dia memiliki pergerakan yang lamban,
terus juga logam berat itu akan cenderung untuk jatuh, mengendap di bawah kan,
nah, di bawah itu ada moluska nya (bentos), jalan – jalan di dasar. Terseraplah
oleh moluska tadi, apalagi yang sifatnya deposit feeder, yang hanya mengolah
zat yang diserapnya tanpa proses pembuangan, jadilah dia menumpuk di deposit
feeder tadi, di dalam diri mereka terjadi penumpukan, tanpa kematian, itulah
bioakumulator. Kebayang kan.....
Lanjut, nonton film tentang
moluska, tentang mekanisme dia melakukan penyamaran, terutama yang tanpa
cangkang, seperti cephalopoda. Oya, ada macamnya nih, ada sotong, cumi – cumi,
gurita, nautilus. Bedanya, dari morfologinya, gurita itu tak ado lengannya
(bagian yang tanpa tentakel), ini kebalikan dari nautilus, yang terdiri dari
lengan semua, tanpa tentakel. Kalo sotong, ada penjuluran yang lebih panjang,
sedangkan cumi – cumi, sepalnya berbentuk seperti anak panah. Nah..mereka ini
diibaratkan bunglon nya lautan, tapi ini lebih hebat, dahsyat,
Subhanallah...dari bentuk, tekstur, warna, pola, motif, semuanya tercopy dengan
baik, penyamaran yang sempurna. Kita tertipu oleh mereka, oya, waktu penyamaran
mengikuti substrat yang di singgahi pun relatif cepat, tak seperti bunglon
endah rasa.
Kutipan dari film itu, masih
banyak yang belum ter ekspose oleh kita tentang mkahluk hidup di dunia ini,
terlebih di lautan, terutama laut dalam. Semakin dalam lautan, semakin banyak
dan kaya akan makhluk hidup yang terkandungnya. Yang ter-ekspose baru sekitar
3% dari keseluruhannya. Bayangin, belum ada separo’nya.
Terus di luar konteks, banyak
yang Endah pelajari, dari yang buat poster itu dia dengan media Corel, terus
cara mencari jurnal, cara nge-resume jurnal. Thank’s.
“Semangat Belajar!”
"Orang yang suka jajan itu, di analogikan sebagai deposit feeder, yang kemungkinan besar menjadi bioakumulator . " hihihihi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar