Setelah bertemu dengan dia, saat malam dan waktunya anak kos membeli makan malam lah yang aku tunggu.
Biasa, malam ini pun aku membeli makan di tempat ibunya. Porsi yang ditawarkan sesuai dengan kapasitas lambung ku dan juga ramah dengan kantong anak kos, tidaklah heran jika ibunya mempunyai banyak pelanggan setia yang sebagian besar adalah anak kos, apalagi bagi kaum laki - laki. Ada alasan lain sebenarnya, ya, di tempat ibunya itulah aku berharap dapat berjumpa dengan dia lagi :) .
Malam ini aku jalan kaki seorang diri ke tempat ibunya, malas rasanya untuk mengeluarkan motor yang telah terparkir cukup di depan. Lagipula, tak ada tujuan lain selain membeli makan malam di tempat ibunya. Aku berjalan menyusuri jalan beraspal, dengan penerangan lampu jalan seadanya. Aku berjalan, terus berjalan dengan sebuah handphone dan pesan singkat antara aku dengan temanku dari kota asalku. Pesan singkat itulah sebagai penyamar rasa takutku melewati jalan itu. Akhirnya, tempat ibunya sudah terlihat di depan mata, tinggal menyebrang jalan aspal itu pun telah sampai. Fiuh... --"
Aku menyebrang, dan mendekati ibunya untuk memesan makanan. Ternyata ada orang lain yang berada di depan ku untuk memesan makanan. Sepertinya aku harus sedikit bersabar untuk menunggu. Aku tak tahu siapa, aku tak peduli, aku terlalu fokus dengan pesan singkat dengan temanku disana. Setelah orang itu telah selesai memesan, giliranku saatnya. Tetapi ketika orang itu berbalik badan menghadapku, aku terdiam sesaat. Serasa mati suri. Dia menatapku, secara langsung, dan lebih dekat malam ini. Ternyata orang yang dari tadi berada di depan ku untuk memesan makanan adalah "dia". Untungnya aku segera terbangun dari rasa mati suri ku. Aku segera mengatakan ke ibunya apa pesanan ku malam ini.
Aku menuju tempat duduk yang disediakan untuk pembeli yang dibawa pulang pesanannya. Aku mencari tempat duduk, aku melihat dia dan di sampingnya ada 1 tempat duduk kosong. "Ternyata malam ini pesanannya dibawa pulang juga", ujar ku dalam hati. Hua....aku tak berani duduk di bangku kosong yang berada tepat disampingnya itu, untung saja masih ada satu bangku yang tersisa lainnya. Aku tak membayangkan bila tak ada bangku kosong selain di sampingnya itu "Aaaa.....bisa mati suri ke - 2 kalinya untuk gue malam ini", batin ku.
Eh, tunggu - tunggu, malam ini aku tak melihat dia dengan cewek itu lagi. Malam ini dia seorang diri. Ada apa gerangan? "Sudah, sudah, jangan berpikir kesana kemari, apalagi sampai berharap lebih", perkataan dalam hati ku untuk kembali mengingatkanku.
# to be continued lah :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar