Disaat angin kering berhembus di tengah kemarau hati ini, kubiarkan rasa ini menguap. Menguap tanpa ada penghalang....
Namun tiba - tiba, dia datang lagi malam ini. Ya, kita bertemu lagi di tempat yang sama seperti kemarin. Kali ini berbeda, dia tidak bersama dengan saudara laki - lakinya. Dia bersama dengan seorang wanita berjilbab, berparas cantik, dengan wajah yang menenangkan duduk dekat di samping nya. Aku tak tahu siapa wanita itu, adiknya, saudaranya, temannya, atau......ah, aku tak sanggup untuk melanjutkan.
Namun, untuk kesekian kali, mata kita bertemu lagi, entah mengisyaratkan apa. Heh, ku menghela napas, menyamarkan rasa dalam hati saat itu. Ku terpaksa duduk dan menunggu pesanan yang terlanjur sudah ku pesan, lagipula aku tak ada hak untuk bersikap marah, apalagi cemburu. Ini hanya sebuah perasaan yang konyol, tidak jelas, datang tiba - tiba, dan cukup memenuhi ruang hatiku. Aku mencoba memahami keadaan dan menahan ego ku.
Mungkin cerita ini tidak akan ada ujung nya bagaikan bentuk bumi bila dilihat dari ruang angkasa. Aku pun tak tahu harus bersikap seperti apa, aku tak tahu bagaimana harus memulai agar cerita ini menjadi sebuah cerita yang berujung. Entah, berapa lama aku bertahan dengan keadaan seperti ini, yang terus berputar - putar tanpa sebuah kepastian kapan akan berhenti.
#tunggu kelanjutannya :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar