Ketika ku kembali ke kota kelahiranku ini. Aku selalu ingat akan
masa – masa kecil ku dulu. Apalagi ketika Aku duduk dibangku Sekolah Dasar.
Setiap liburan datang, aku selalu berkunjung, atau bertemu dengan kawan – kawan
ku, sahabat – sahabat ku sejak Sekolah Dasar. Rasa persaudaraan begitu kental
ketika kita bertemu. Namun sayang, kita hanya bertemu, dan dipersatukan oleh
masa – masa liburan seperti kemarin. Kita selalu berkumpul di kota ini, Kota
Jakarta. Menghabiskan waktu bersama di Kota Jakarta ini.
Lalu, Aku bertemu dengan sahabat SMA ku. Dan bertemu dengan
orangtuanya yang membuka warung di terminal dekat SMA ku. Beliau menasihatiku,
dan nasihat beliau yang ku ingat,”Belajar yang bener, orangtua udah capek –
capek nyari duit. Orangtua yang namanya nyari duit itu udah nggak mikir lagi,
istilahnya, kaki jadi kepala, kepala jadi kaki,” seperti itu beliau menaasihati
ku.
Liburan singkat telah berlalu, dan diatas
sebagian dari cerita liburanku. Sekarang Aku telah kembali ke kota rantauan ku.
Selama perjalanan, Aku sadar, Aku mencintai kota kelahiranku itu. Bagaimana pun
keadaan kota kelahiran ku itu. Di kota
itu Aku mendapatkan kehangatan yang tak pernah kurasakan di kota rantauan.
Teman – teman, dan sahabat – sahabat ku berada disana. Kedua orangtua pun
mencari nafkah dan mendoakan ku dari kota itu. Dan di kota itu Aku mendapat
begitu banyak pelajaran hidup. Kota dengan segala hiruk pikuknya, kota yang tak
pernah mati, Kota Jakarta, ke Kota itu Aku selalu ingin kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar