Kamis, 29 Agustus 2013

Kini Semua Berbeda #1



“Dia itu jodohku”. Sebuah kalimat yang terdengar egois, sok tau, kepedean, tanpa sadar memberikan sebuah harapan sekaligus menyakitkan. 


Semua itu bermula ketika berulang kali kupandang dia, kuperhatikan dia, dengan segala tingkah lakunya. Memang bukan pada pandangan pertama. Itu kurasakan setelah beberapa waktu kulalui bersama dengannya. Dengan usiaku yang masih belia.

Sejak dulu memang dia memiliki pesona tersendiri yang terpancar dalam dirinya. Telah beberapa temanku terpapar radiasi pesonanya, yang akhirnya menjadi kekasihnya. Itulah yang menjadi alasanku memperhatikan dirinya. Ku perhatikan, hanya dengan sedikit tatapan dan perhatiannya, telah membuat lebih dari satu temanku terpana, klepek – klepek istilahnya. 

Dia menjalin hubungan dengan lebih dari satu cewek. Lebih dari satu cewek dalam waktu yang singkat dan dalam usia yang masih belia. “Hmm...apa dia pacaran tanpa menggunakan hati ya. Cepet banget putusnya”, ujarku saat sesi curhat dengan teman ku usai pulang sekolah di dalam kamarnya. “Ya, emang cakep sih, pinter juga dibanding yang lain”, jawab teman dekatku. Lalu Aku berujar, “Korban, ya...korban sebagai sebutan dari mantan ataupun yang sedang menjadi kekasihnya”. Temanku tertawa,”Ahahhaha...apaan sih...”. Selanjutnya kita terdiam, larut dalam pikiran dan lamunan masing – masing.

“Iya sih emang dia ganteng. Tapi Aku masih belum mengerti kenapa cewek – cewek teman sekolah ku pada jatuh hati ya?”, pertanyaan yang terlintas dalam lamunanku sebelum akhirnya aku tertidur . Keesokan harinya aku kembali memperhatikannya. Saat itu memang aku tidak terlalu dekat dengannya, walaupun aku dengan dia saling bersaing dalam hal akademik. Hanya sebatas itulah hubungan aku dengan dia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar