Sabtu, 31 Agustus 2013

Kini Semua Berbeda #2




Sampai tibalah saat kenaikan kelas. Ketika selesai upacara, langsung diadakan pembagian kelas. Kali ini pembagian kelas cukup berbeda. Pembagian kelas menurut peringkat. Pertama, namaku dipanggil, dan langsung memisahkan dari barisan pertama, lalu membuat barisan baru. Jadilah aku baris paling depan. Disebutkan nama kedua. Nama dia disebut sebagai yang kedua. Aku tidak kaget dan heran lagi. Kita selalu bersaing memperebutkan yang pertama. Dia baris dibelakangku, ketika berjalan menuju barisan, dia menatapku, dan tersenyum.

Pada saat itu, Aku mulai merasa ada yang aneh. Dengan diriku, dan tatapannya itu. “Ya Tuhan...nggak boleh. Nggak boleh. Aku nggak mau jadi salah satu korbannya. nggak. nggak boleh”, kataku dalam hati. Dia baris tepat dibelakangku sekarang. Aku tak berani melihat ke belakang sekarang ini. Entah apa yang dia lakukan, apa yang dia amati, aku tidak tahu.
Nama demi nama disebutkan satu persatu. Sampai nama terakhir disebutkan, aku baru tersadar,”Dia satu baris sama aku, dibelakangku lagi, berarti, dia satu kelas dong sama aku, Ya Tuhan..”, gumamku dalam hati. Kemudian kita diizinkan untuk menuju ke kelas masing – masing.

“Cie yang juara pertama”,suara yang terdengar dari belakang, tepat ditelingaku. Dengan refleks, aku langsung menengok ke belakang, dan ternyata, dia.”Deg,deg,deg, suara jantungku terdengar jelas. Aku terdiam. Tidak seperti biasanya aku seperti ini. Ada yang aneh, ada yang berbeda. “Kayaknya dia udah biasa deh ngomong kayak gitu ke aku, tapi kenapa sekarang rasanya berbeda ya?”, pertanyaanku saat itu.
Sudahlah. Pertanyaan tersebut kuabaikan. Sekarang saat yang ditunggu – tunggu untuk anak sekolah usiaku saat itu. Rebut – rebutan tempat duduk. Dan beruntungnya, teman – teman dekatku satu kelas dengan ku. Sayangnya, kita duduk terpisah, hanya satu teman baikku yang sebangku dengan ku.

Kita telah memilih tempat duduk nya masing – masing. Ada yang senang, ada yang sedih, karena tidak mendapat posisi tempat duduk yang diinginkan. Aku melihat sekitar. Terutama di depan – dan belakangku. Dua bangku depan ku diisi oleh dua teman perempuan ku. Dua bangku belakang, diisi dengan dua teman cowok ku. Aku mengenal keduanya. Satu Odan namanya, dan satunya lagi.....ternyata dia. Ya Tuhan.....

Pertanyaan tadi kembali terlintas dalam pikiran ku. “Kenapa semuanya kini terasa berbeda?”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar