Minggu, 08 September 2013

Ironi Kepala Dua

Dapet cerita tentang usia kepala dua. Dimana di usia itu terjadi banyak tuntutan dari orang - orang sekitar. Gimana kita mempertanggungjawabkan masa depan kita, menentukan masa depan kita, dari lulus kuliah, kemudian pekerjaan, sampai pendamping hidup. Ya Tuhan..... disini dituntut untuk menjadi seorang yang dewasa dan matang dalam pikiran dan tingkah lakunya. Seperti itu yang Endah tangkap dari ceritanya. Ya Tuhan..... #tinggal menghitung hari lagi. Harus mengurangi kegalauan, dan mantap untuk mengambil keputusan ini, mengurangi keraguan dalam diri Endah. Ya Tuhan...... --!

Mau cerita, ternyata untuk terus berjalan dalam jalur kebaikan itu perlu tekad yang kuat ya. Kebaikan dalam hal apa pun, menolong orang, menjalankan kewajiban, ikhlas, tulus, dll deh pokoknya. Ya meskipun kebaikan yang kita lakukan nggak mesti dibalas langsung dan dengan orang yang sama. Perlu keyakinan bahwa Tuhan mengetahui itu semua, dan akan memberikan yang terbaik. Ya Tuhan....biarkan hamba selalu berada di jalan Mu dengan segala cobaan, godaan yang diberikan, serta bisikan yang menyesatkan Ya Tuhan. Amin.

Sekarang ini Endah merasa lebih terbuka dengan kedua orangtua Endah, dan kakak Endah. Membuat hubungan menjadi lebih baik dari yang dulu. Endah merasakan perubahan yang terjadi di diri Endah itu. Endah lebih terbuka. Terbuka ke keluarga Endah khususnya, kalo yang lain, Endah belum merasakan itu, malah sekarang cenderung lebih tertutup dan terbatas ke temen - temen Endah. Kalo di pikir - pikir, Endah lebih sering terluka dengan perlakuan dari teman - teman. Ironisnya teman - teman dekat yang telah tau bagaimana Endah. Makanya, Endah nggak mau terlibat lebih emosional lagi terhadap teman - teman Endah yang sekarang ini. Endah nggak mau lagi cerita bagaimana seluk beluk diri Endah sebenarnya ke mereka.

Memang, orang yang selalu ada dikala redup dan terangnya kehidupan kita adalah keluarga, terutama kedua orangtua kita. Love You :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar