Senin, 20 Oktober 2014

KKN - Yenbeser - PPB10 #10



Dan...kehidupan di Yenbeser pun dimulai...

“Kehidupan di Yenbeser adalah kehidupan yang terbatas namun sungguh menenangkan dan menyenangkan.”


Kondisi fisik wilayah Yenbeser


Tadi sedikit tentang komposisi warga Yenbeser, sekarang sedikit mengenai kondisi wilayah Yenbeser. Pertama, di Desa Yenbeser ini belum ada pasokan listrik yang memadai, bahkan PLN pun belum menjangkau daerah Yenbeser ini. Sehingga warga menggunakan panel surya yang berfungsi menangkap tenaga matahari pada siang hari yang kemudian disimpan dalam aki dan digunakan untuk menyalakan lampu pada waktu malam hari. Hampir setiap rumah di desa ini memiliki panel surya. Panel surya ini hanya mampu menghidupkan penerangan saja, sedangkan untuk menghidupkan barang – barang elektronik, mereka menggunakan genset.

Di pondokan kami pun seperti itu, terdapat panel surya guna menyalakan lampu untuk penerangan dalam pondokan. Lampunya pun seadanya, sinarnya berwarna oren, dan redup. Itu hanya untuk penerangan di dalam pondokan saja, sedangkan untuk penerangan di dapur ketika masak, hanya ditemani dengan lilin, senter, handphone yang ada senternya, bahkan hanya ditemani nyala api kompor saja.

Karena keterbatasan pasokan listrik ini juga menyebabkan penerangan jalan pada malam hari di desa ini minim. Contohnya saja ketika kita ingin pergi ke kamar mandi yang berjarak beberapa meter dari pondokan kita membawa senter, lilin, korek, bahkan korek yang ada senternya untuk penerangan. Lalu, untuk keperluan mandi, cuci, kakus pun kita harus menimba air dulu. Karena lagi lagi belum ada pasokan listrik yang memadai. Ini kali pertama Endah nimba air selama dua bulan lamanya :)

Dibalik keterbatasan itu, ternyata ada keindahan yang tersembunyi. Dengan penerangan yang seadanya, dan terbatas itu, membuat langit desa Yenbeser terlihat jernih, bulan, bintang, milky way terlihat sangat jelas di sepanjang mata kita memandang dan tidak pernah kita lihat sebelumnya di langit Pulau Jawa. Langit malam yang indah di Yenbeser akan lebih terlihat indah bila kita memandangnya dari dermaga Yenbeser :D. Apalagi saat musim bulan terang. Sungguh luar biasa indahnya..Subhanallah....

Keindahan Yenbeser tidak terbatas hanya saat malam saja, namun, keindahan Yenbeser terus tersajikan sepanjang hari. Dimulai dari terbitnya matahari, siang hari walaupun panas menusuk, namun butir – butir pasir putih Yenbeser terlihat berkilauan. Saat siang pun sering terlihat burung elang terbang anggun dan gagah di langit Yenbeser. Kemudian dilanjutkan dengan senja yang selalu menenangkan, burung – burung pantai dengan corak putih dengan hitam yang melingkar di lehernya sering singgah di pesisir pantai saat menjelang sore, kicauan burung kakak tua dan urip yang terdengar riang dan terlihat berterbangan di langit sore Yenbeser. 

Keindahan alam Yenbeser pun menembus sampai perairannya. Kabupaten Raja Ampat terkenal karena keindahan perairannya, dan itu terbukti di Yenbeser yang termasuk dalam gugusan kepulauan Kabupaten Raja Ampat. Kita dapat berenang, menyelam dan melihat keindahannya secara langsung. Keindahan terumbu karangnya, serta biota laut lainnya. Bahkan apabila kita berenang di perairan Yenbeser walau masih di daerah intertidalnya, kita dapat melihat ikan warna – warni berenang bersama kita. Sungguh menakjubkan ^.^.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar