Dan...kehidupan di Yenbeser pun dimulai...
“Kehidupan
di Yenbeser adalah kehidupan yang terbatas namun sungguh menenangkan dan
menyenangkan.”
Kondisi fisik wilayah Yenbeser
Tadi sedikit tentang komposisi warga Yenbeser,
sekarang sedikit mengenai kondisi wilayah Yenbeser. Pertama, di Desa Yenbeser
ini belum ada pasokan listrik yang memadai, bahkan PLN pun belum menjangkau
daerah Yenbeser ini. Sehingga warga menggunakan panel surya yang berfungsi menangkap
tenaga matahari pada siang hari yang kemudian disimpan dalam aki dan digunakan
untuk menyalakan lampu pada waktu malam hari. Hampir setiap rumah di desa ini
memiliki panel surya. Panel surya ini hanya mampu menghidupkan penerangan saja,
sedangkan untuk menghidupkan barang – barang elektronik, mereka menggunakan
genset.
Di pondokan kami pun seperti itu, terdapat
panel surya guna menyalakan lampu untuk penerangan dalam pondokan. Lampunya pun
seadanya, sinarnya berwarna oren, dan redup. Itu hanya untuk penerangan di
dalam pondokan saja, sedangkan untuk penerangan di dapur ketika masak, hanya
ditemani dengan lilin, senter, handphone yang ada senternya, bahkan hanya
ditemani nyala api kompor saja.
Karena keterbatasan pasokan listrik ini juga
menyebabkan penerangan jalan pada malam hari di desa ini minim. Contohnya saja
ketika kita ingin pergi ke kamar mandi yang berjarak beberapa meter dari
pondokan kita membawa senter, lilin, korek, bahkan korek yang ada senternya
untuk penerangan. Lalu, untuk keperluan mandi, cuci, kakus pun kita harus
menimba air dulu. Karena lagi lagi belum ada pasokan listrik yang memadai. Ini
kali pertama Endah nimba air selama dua bulan lamanya :)
Dibalik keterbatasan itu, ternyata ada
keindahan yang tersembunyi. Dengan penerangan yang seadanya, dan terbatas itu,
membuat langit desa Yenbeser terlihat jernih, bulan, bintang, milky way
terlihat sangat jelas di sepanjang mata kita memandang dan tidak pernah kita
lihat sebelumnya di langit Pulau Jawa. Langit malam yang indah di Yenbeser akan
lebih terlihat indah bila kita memandangnya dari dermaga Yenbeser :D. Apalagi
saat musim bulan terang. Sungguh luar biasa indahnya..Subhanallah....
Keindahan Yenbeser tidak terbatas hanya saat
malam saja, namun, keindahan Yenbeser terus tersajikan sepanjang hari. Dimulai
dari terbitnya matahari, siang hari walaupun panas menusuk, namun butir – butir
pasir putih Yenbeser terlihat berkilauan. Saat siang pun sering terlihat burung
elang terbang anggun dan gagah di langit Yenbeser. Kemudian dilanjutkan dengan senja
yang selalu menenangkan, burung – burung pantai dengan corak putih dengan hitam
yang melingkar di lehernya sering singgah di pesisir pantai saat menjelang
sore, kicauan burung kakak tua dan urip yang terdengar riang dan terlihat berterbangan di langit sore Yenbeser.
Keindahan alam Yenbeser pun menembus sampai
perairannya. Kabupaten Raja Ampat terkenal karena keindahan perairannya, dan
itu terbukti di Yenbeser yang termasuk dalam gugusan kepulauan Kabupaten Raja
Ampat. Kita dapat berenang, menyelam dan melihat keindahannya secara langsung.
Keindahan terumbu karangnya, serta biota laut lainnya. Bahkan apabila kita
berenang di perairan Yenbeser walau masih di daerah intertidalnya, kita dapat
melihat ikan warna – warni berenang bersama kita. Sungguh menakjubkan ^.^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar