Cerita
ini Aku persembahkan untuk seorang teman lelaki Ku, Anda namanya. “Nama yang
unik”, gumamku dalam hati ketika Ku dengar namanya. Sebuah nama yang jarang ku
dengar, tapi kurasa cukup universal, dapat digunakan untuk seorang anak
laki – laki atau pun perempuan.
Kita
dipertemukan tidak sengaja di sebuah forum diskusi kecil, dan juga sebagai
tempat kita belajar bersama. Di forum itu mengharuskan kita bertemu tiga kali
dalam seminggu dan selama kurang lebih dua bulan lamanya. Dan dari forum itulah
Aku mulai mengenalmu, Anda..
Di awal
perkenalan kita - tidak banyak yang aku tahu tentang mu, begitu pun sebaliknya.
Aku hanya terfokus dengan materi materi diskusi. Hanya itu. Namun, perlahan –
di pertemuan pertemuan selanjutnya, Aku mulai mengenalmu - selain namamu.
Aku, di
usiaku saat ini sudah banyak mengenal lawan jenis dan bergaul dengan makhluk
tersebut. Itu – membuatku dapat membedakan mana yang tampan atau tidak menurut
versi ku. Dan kamu, Anda, kamu jauh dari itu. Maaf kalau aku kejam dan terlalu
singkat untuk menilaimu.
Benar,
Aku memang terlalu singkat untuk menilaimu saat itu. Pertemuan tiga kali dalam
seminggu dan aktif dalam diskusi perlahan membuka dirimu, pribadimu. Mulailah
Aku mengenalmu sebagai dirimu, sebagai pribadimu Anda....
Walau
dengan suara terbata, kamu terus mencoba untuk mengeluarkan pendapatmu. Kamu
pun selalu berusaha menjadi yang pertama yang mengangkat tangan ketika sebuah
tema diskusi dilontarkan. “Kamu tidak malu untuk belajar”, kagum Ku akan dirimu
perlahan mulai timbul.
Tidak
terasa, dua bulan dan tiga kali dalam seminggu membuat hubungan kita semakin
dekat. Aku tahu, ternyata kita berasal dari daerah yang sama. Dan itu membuatku
semakin leluasa untuk berbincang dengan mu menggunakan bahasa dan intonasi
daerah kita tanpa takut salah paham antara Aku dengan kamu. Dan kamu tahu, itu
yang membuatku bisa menjadi diriku sendiri ketika disampingmu. Dan yang perlu
kamu tahu juga,
“Salah satu hal yang menyenangkan adalah ketika kamu bisa menjadi
diri kamu sendiri”.
Perlahan
tapi pasti, kita mulai sering berkomunikasi melalui media sosial selain kita
bertemu langsung. Dimulai dengan perbincangan sederhana sampai menceritakan
mimpi kita masing – masing. Lagi – lagi, kita punya mimpi yang sama. Ah...tidak
ku sangka.
Perbincangan
kita semakin hangat dari hari ke hari. Tidak hanya itu, kita pun saling
bertukar informasi dan memberi semangat serta dukungan satu sama lain. Jalan
berdua, sudah tidak dapat dihitung lagi. Kamu sangat menjagaku. Dan satu lagi,
tidak segan segannya kamu menunggu ku di sebuah lingkungan baru dan asing
bagimu. Baru kali ini Aku menemukan laki – laki seperti mu. Aku merasakan
ketulusan mu saat itu An.
Kedekatan
ku dengan Anda perlahan telah mengubah pandangan ku terhadap laki – laki
“Ternyata tidak perlu tampan dan sempurna untuk kamu merasa nyaman
ketika berada di samping lawan jenismu. Cukup dia yang tulus menjagamu,
menghargaimu, dan menerima kamu seutuhnya. Sehingga kamu tidak perlu menjadi
orang lain ketika berada disampingnya.”
“Ketampanan dan kesempurnaan bukan jaminan kamu untuk bahagia,
karena terkadang...ketampanan dan kesempurnaan itu hanya lah semu, bahkan kamu
bisa dibuat sakit olehnya”.
-Terimakasih Anda...- ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar