Rabu, 26 Agustus 2015

AKU LELAH DENGAN YANG TAMPAN DAN SEMPURNA

Cerita ini Aku persembahkan untuk seorang teman lelaki Ku, Anda namanya. “Nama yang unik”, gumamku dalam hati ketika Ku dengar namanya. Sebuah nama yang jarang ku dengar, tapi kurasa cukup universal, dapat digunakan untuk seorang anak laki – laki atau pun perempuan.

Kita dipertemukan tidak sengaja di sebuah forum diskusi kecil, dan juga sebagai tempat kita belajar bersama. Di forum itu mengharuskan kita bertemu tiga kali dalam seminggu dan selama kurang lebih dua bulan lamanya. Dan dari forum itulah Aku mulai mengenalmu, Anda..

Di awal perkenalan kita - tidak banyak yang aku tahu tentang mu, begitu pun sebaliknya. Aku hanya terfokus dengan materi materi diskusi. Hanya itu. Namun, perlahan – di pertemuan pertemuan selanjutnya, Aku mulai mengenalmu - selain namamu.
Aku, di usiaku saat ini sudah banyak mengenal lawan jenis dan bergaul dengan makhluk tersebut. Itu – membuatku dapat membedakan mana yang tampan atau tidak menurut versi ku. Dan kamu, Anda, kamu jauh dari itu. Maaf kalau aku kejam dan terlalu singkat untuk menilaimu.

Benar, Aku memang terlalu singkat untuk menilaimu saat itu. Pertemuan tiga kali dalam seminggu dan aktif dalam diskusi perlahan membuka dirimu, pribadimu. Mulailah Aku mengenalmu sebagai dirimu, sebagai pribadimu Anda....

Walau dengan suara terbata, kamu terus mencoba untuk mengeluarkan pendapatmu. Kamu pun selalu berusaha menjadi yang pertama yang mengangkat tangan ketika sebuah tema diskusi dilontarkan. “Kamu tidak malu untuk belajar”, kagum Ku akan dirimu perlahan mulai timbul.

Tidak terasa, dua bulan dan tiga kali dalam seminggu membuat hubungan kita semakin dekat. Aku tahu, ternyata kita berasal dari daerah yang sama. Dan itu membuatku semakin leluasa untuk berbincang dengan mu menggunakan bahasa dan intonasi daerah kita tanpa takut salah paham antara Aku dengan kamu. Dan kamu tahu, itu yang membuatku bisa menjadi diriku sendiri ketika disampingmu. Dan yang perlu kamu tahu juga,

“Salah satu hal yang menyenangkan adalah ketika kamu bisa menjadi diri kamu sendiri”.

Perlahan tapi pasti, kita mulai sering berkomunikasi melalui media sosial selain kita bertemu langsung. Dimulai dengan perbincangan sederhana sampai menceritakan mimpi kita masing – masing. Lagi – lagi, kita punya mimpi yang sama. Ah...tidak ku sangka.

Perbincangan kita semakin hangat dari hari ke hari. Tidak hanya itu, kita pun saling bertukar informasi dan memberi semangat serta dukungan satu sama lain. Jalan berdua, sudah tidak dapat dihitung lagi. Kamu sangat menjagaku. Dan satu lagi, tidak segan segannya kamu menunggu ku di sebuah lingkungan baru dan asing bagimu. Baru kali ini Aku menemukan laki – laki seperti mu. Aku merasakan ketulusan mu saat itu An.

Kedekatan ku dengan Anda perlahan telah mengubah pandangan ku terhadap laki – laki

“Ternyata tidak perlu tampan dan sempurna untuk kamu merasa nyaman ketika berada di samping lawan jenismu. Cukup dia yang tulus menjagamu, menghargaimu, dan menerima kamu seutuhnya. Sehingga kamu tidak perlu menjadi orang lain ketika berada disampingnya.”

“Ketampanan dan kesempurnaan bukan jaminan kamu untuk bahagia, karena terkadang...ketampanan dan kesempurnaan itu hanya lah semu, bahkan kamu bisa dibuat sakit olehnya”.


-Terimakasih Anda...- ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar